Halaman

Rabu, 23 Januari 2013


A.      KONSEP DASAR PENELITIAN KUALITAAIF
Istilah penelitian kualitatif menurut Kirk dan Miller (1986:9) pada mulanya bersumber pada pengamatan kualitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kualitatif. Pengamatan kualitatif melibatkan pengukuran tingkatan suatu ciri tertentu. Untuk menemukan sesuatu dalam pengamatan, pengamatan harus mengetahui apa yang menjadi ciri sesuatu itu.Untuk itu pengamat mulai mencatat atau menghitung dari satu, dua, tiga, dan seterusnya. Berdasarkan pertimbangan dangkal demikian,kemudian peneliti menyatakan bahwa penelitian kuantitatif mencakup setiap jenis penelitian yang didasarkan atas perhitungan persentase, rata-rata, cikuadrat, dan perhitungan statistik lainnya. Dengan kata lain, penelitian kuantitatif melibatkan dari pada perhitungan atau angka atau kuantitas.
Ada beberapa istilah yang digunakan untuk penelitian kualitatif, yaitu penelitian atau inkuiri naturalistik atau alamiah, etnografi, intraksionis simbolik, perspektif kedalam, etnometodologi, the chicago school, fenomenologis, studi  kasus, interpretatif, ekologis, dan deskriptif (Bogdan dan Biklen, 1982:3).
Metodologi  kualitatif  sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang- orang dan perilaku yang  dapat di amati. Menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya.
Selain definis-definisi tersebut, dibawah ini dikemukakan pula beberapa definisi lainnya sehingga pembaca dapat memperoleh gambaran yang luas dan mendalam.David Williams (1995) menulis bahwa penelitian kualitatif adalah penggumpulan data pada suatu latar  alamiah, dengan  menggunakan metode alamiah. Penelitian kuatitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada.
Dalam penelitian kalitatif metode yang biasanya dimamanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sika, pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang.Dari kajian tentang definisi-definisi tersebut dapatlah disintesiskan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahamifenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian minsalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain.

B.     FUNGSI DAN PEMANFAATAN PENELITIAN KUALITATIF
Adapun Penelitian kualitatif dimanfaatkan untuk keperluan:
o    Pada penelitian awal dimana subjek penelitian tidak didefinisikan secara baik dan kurang dipahami.
o    Pada upaya pemahaman penelitian perilaku dan penelitian motifasional.
o    Untuk peneliti konsultatif.
o    Memahami isu-isu rumit sesuatu proses
o    Memahami isu-isu rinci tentang situasi dan kenyataan yang dihadapi seseorang.
o    Untuk memahami isu-isu yang sensitif.
o    Untuk keperluan evaluasi.
o    Untuk meneliti latar belakang fenomena yang tidak dapat diteliti melalui penelitian kualitatif.
o    Digunakan untuk meneliti tentang hal-hal yang berkaitan dengan latar belakang subjek penelitian.
o    Digunakan untuk lebih dapat memahami setiap fenomena yang sampai sekarang belum banyak diketahui.
o    Digunakan untuk menentukan perspektif baru tentang hal-hal yang sudah banyak diketahui.
o    Digunakan oleh peneliti bermaksud meneliti sesuatu secara mendalam.
o    Dimanfaatkan oleh peneliti yang berminat untuk menelaah sesuatu latar belakang minsalnya tentang motivasi. Peran, nilai, sikap, dan persepsi.
o    Digunakan oleh peneliti yang berkeinginan untuk menggunakan hal-hal yang belum banyak diketahui ilmu pengetahuan.
o    Dimanfaatkan oleh peneliti yang ingin meneliti sesuatu dari segi prosesnnya.


C.    KARAKTERISTIK PENELITIAN KUALITATIF
Penelitian kualitatif memiliki sejumlah ciri-ciri yang membedakannya dengan penelitian jenis lainnya. Dari hasil penelaahaan kepustakaan ditemukan bahwa Bogdan dan Biklen (1982:27-30) mengajukan lima buah ciri, sedang Lincoln dan Guba (1985:30-44) mengulas sepuluh buah ciri penelitian kualitatif. Berikut adalah hasil pengkajian dan sintesis kedua versi tersebut:
Ciri ke-1: Latar Alamiah
Penelitian kualitatif melakukan penelitian pada latar belakang alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan.

Ciri ke-2: Manusia Sebagai Alat ( instrumen)
Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama.

Ciri ke-3: Metode Kualitatif
Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif yaitu pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen.

Ciri ke-4: Analisis Data Secara Induktif
Penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif.

Ciri ke-5:Teori dari Dasar ( grounded theory)
Penelitian kuatitatif lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori substantif yang berasal dari data.

Ciri ke-6: Deskriptif
Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka.

Ciri ke-7: Lebih Mementingkan Proses dari pada Hasil
Penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan segi proses dari pada hasil.

Ciri ke-8: Adanya Batas yang Ditentukan oleh fokus
Penelitian kualitatif menghendaki ditetapkan adanya batas dalam penelitian atas dasar fokus yang timbul sebagai masalah dalam penelitian.

Ciri ke-9: Adanya Kriteria Khusus untuk keabsahan data
Penelitian kualitatif meredefinisikan validitas, reliabilitas, dan objektivitas dalam versi lain dibandingkan dengan yang lazim digunakan dalam penelitian klasik.

Ciri ke-10: Desain yang Bersifat Sementara
Penelitian kualitatif menyusun drsain yang secara terus-menerus disesuaikan dengan kenyataan dilapangan.

Ciri ke-11:hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama
Penelitian kualitatif lebih menghendaki agar penertian dan hasil interpretasi yang di peroleh dirundingkan dan disepakati oleh manusia yang dijadikan sebagaisumber data.


D.      LANDASAN TEORETIS PENELITIAN KUALITATATIF
Pada dasarnya landasan teoretis dari penelitian kualitatif itu bertumpu secara mendasar pada fenomenologi.karena itu pada bagian ini fenomenologi dijadikan sebagai dasar teoretis utama sedang yang lainya yaitu interaksi simbolik, kebudayaan, dan etnometodologi dijadikan sebagai dasar tambahan yang melatarbelakangi secara teoretis penelitian kualitatif.pada penelitian kualitatif, teori berkaitan dengan seperangkat proposisi yang berasal dari data dan diuji kembali secara empiris.

1.        Fenomenologi:
-          Pengalaman subjektif atau pengalaman fenomenologikal. Dimana, studi tentang kesadaran dari perspektif pokok dari seseorang ( husserl) Istilah ‘fenomenologi’ sering digunakan sebagai anggapan untuk menunjukan pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui. Fenomenologi kadang-kadang digunakan sebagai perspektif filosofi dan juga digunakan sebagai pendekatan dalam metodologi kualitatif. Ada beberapa ciri pokok fenomenologi yang dilakukan oleh peneliti fenomenologis yaitu.
-          Fenomenologis cenderung mempertentangakannya dengan ‘naturalisme’yaitu yang disebut objektivisme dan positivime, yang telah berkembang sejak zaman Renaisans dalam ilmu pengetahuan modern dan teknologi.
-          Secara pasti fenomenologis cenderung memastikan kognisi yang mengacu pada apa yang dinamakan oleh Husserl’,Evidenz.
-          Fenomenologis cenderung percaya bahwa bukan hanya sesuatu benda yang ada dalam dunia alam dan budaya. Sebagai bidang filsafat modern, fenomenologi menyelidiki pengalaman kesadaran, yang berkaitan dengan pertanyaan seperti:bagaimana pembagian antara subjek (ego) dengan objek (dunia) muncul dan bagaimana sesuatu hal di dunia ini diklasifikasikan.
-          Para fenomenolog beramsumsi bahwa kesadaran bukanlah dibentuk karena kebetulan dan dibentuk oleh sesuatu hal lainya dari pada dirinya sendiri.

2.        Interaksi Simbolik
-          Interaksi simbolik membentuk pengertian menjadi paragdigma konseptual melebihi dorongan dari dalam,sifat-sifat pribadi, motivasi yang tidak disadari, kebetulan, status sosial ekonomi , kewajiban-peranan, resep budaya, mekanisme pengawasan masyarakat, atau lingkungan lainnya.

3.        Kebudayaan
-          Banyak antropolog menggunakan pendekatan fenomenologi dalam studi mereka tentang pendidikan. Kerangka studi antropologisnya adalah konsep kebudayaan.Defenisi lainnya tentang kebudayaan memberikan tekanan pada sematik dan menganjurkan bahwa ada perbedaan antara mengetahui perilaku dan bahasa khas sekelompok orang dan yang dapat melakukannya.
-          Konsep kebudayaan juga dikemukkan oleh Rosalie Wax (1971 dalam Bogdan dan Biklen 1982:36). Dalam kerangka kebudayaan,  apa pun definisi Khususnya, kebudayaan merupakan alat organisatoris atau konseptual untuk menafsirkan data yag berarti dan yang memberi ciri pada etnigrafi. Prosedur etnografi, apakah sama atau identik dengan pengamatan berperan serta, percaya akan adanya perbedaan kosakata dan telah berkembang dalam kekhasan akademis yang berbeda.

4.        Etnometodologi
-          Etnometodologi bukanlah metode yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, melainkan menunjuk pada mata pelajaran yang akan diteliti. Etnometodologi adalah studi tentang bagaimana individu menciptakan dan memahami kehidupannya sehari-hari metonya untuk menciptakan dan memahami kehidupannya sehari-hari metenya untuk mencapai kehidupannya sehari-hari.


5.        Etnografi
-          Pendekatan Etnografi dalam penelitian kualitatif terbanyak berasal dari bidang antropologi. Penekanan pada etnografi adalah pada studi keseluruhan budaya. Semula, gagasan budaya terkait dengan persoalan etnis dan lokasi geografis.
-          Etnografi pada dasarnya merupakan bidang yang sangat luas dengan variasi yang sangat besar, saling praktisi dan metode.

6.        Penelitian lapangan
-          Penelitian lapangan (field research) dapat juga dianggap sebagai pendekatan luas dalam penelitian kualitatif atau sebagai metode untuk mengumpulkan data kualitatif.

7.        Grounded theory
-          Grounded theory adalah pendekatan kualitatif yang meneliti tentang minat terhadap fenomena. Berikut beberapa kunci Grounded theory sebagai berikut:
a)      Kodding: proses untuk membuat kategorisasi data kualitatif dan juga untuk menguraikan implikasi dan rincian dari kategori-kategorinya.
b)      Memoing (membuat memo): proses mencatat pemikiran-pemikiran dan gagasan-gagasan dari peneliti suatu hal-hal itu muncul selama studi.
c)      Diagram terpadu dan sesi: digunakan untuk mennarik seluruh rincian menjadi satu, untuk membuat agar data itu menjadi berarti dengan mengarahkan diri kepada teori yamg muncul.





DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2006, Cet. I, Hal: 2-27

Tidak ada komentar:

Posting Komentar