MEMILIH
MASALAH
A.
Pengertian Masalah
Masalah
adalah kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan apa yang senyatanya
terjadi, antara apa yang diperlukan, dengan apa yang tersedia, antara apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi.[1]
Setiap
penelitian yang kita lakukan bertujuan untuk mendapatkan data yang digunakan
untuk memecahkan masalah. Untuk itu, setiap penelitian yang kita lakukan harus
selalu berangkat dari masalah.
Masalah
mesti merupakan bagian dari seseorang untuk dipecahkan. Seseorang ingin mengadakan
penelitian, karena ia mendapatkan jawaban dari masalah yang dihadapi. Dan
masalah itu bisa datang kapan saja, dan dimana saja.
B.
Memilih Masalah
Memilih
masalah penelitian adalaah langkah pertama dari suatu kegiatan penelitian. Bagi
orang yang baru, dan belum berpengalaman meneliti maka, menentukan dan memilih
masalah bukanlah pekerjaan yang mudah. Akan tetapi pekerjaan yang sulit.
Apalagi kita jarang membaca buku-buku yang berhubungan dengan cara-cara memilih
masalah. [2]
Dalam
memilih masalah penelitian, calon peneliti harus peka terhadap masalah. Kalau
selama ini hanya menerima dari orang lain tanpa ada kecurigaan sedikit pun
(bertanya-tanya), maka mulai sekarang kita harus mengubah cara pandang dan
persepsi kita terhadap masalah. Sebaiknya kita menimbulkan sikap kritis,
berfikir logis, karena hal tersebut dapat memudahkan kita untuk mendapatkan
masalah penelitian.
Masalah
yang sudah diidentifikasi terkadang sifatnya masih umum, belum konkret dan
spesifik. Apabila itu yang terjadi, maka masalah tersebut harus dipersempit
agar lebih konkret dan spesifik yaitu dengan pemecahan masalah menjadi
sub-masalah atau sederet pertanyaan yang relevan dengan permasalahan
pokoknya. Karena tujuan penelitian hanya
dapat kita capai dengan memecahkan permasalahn yang lebih kecil.
- Sumber
Masalah
Sumber
masalah dalam penelitian dapat berasal dari pengalaman bekerja sehari-hari,
dari hasil membaca dan menelaah buku-buku, atau masalah dapat juga diberi oleh orang lain. Akan
tetapi, sebaiknya masalah itu muncul dari diri sendiri, karena sudah memperoleh
jawabannya. Dan apabila masalah itu muncul dari diri sendiri, maka penelitian
akan berjalan lancar, karena peneliti memahami, menghayati, dan mendalami masalahnya.
Masalah
juga dapat diketahui atau dicari kalau terdapat penyimpangan antara pengalaman
dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, ada pengaduan,
dan kompetisi.[3] Dan yang terpenting bagi
seorang peneliti ialah peneliti harus memahami permasalahan penelitiannya. Dan
yang tak kalah pentingnya aialah permasalahannya harus menarik perhatian
peneliti.
- Contoh
Masalah
Seorang
guru menjumpai siswanya selalu melihat ke luar jika sedang diajar. Kalau tidak,
anak tersebut selalu melihat kesana-kemari, dalam keadaan tidak tenang. Di ruang
guru, terdengar keluhan yang sama dari guru lain. Anehnya anak tersebut selalu
mendapat nilai baik dari pelajaran apapun. Timbul keinginan dari guru-guru
untuk mengadakan penelitian kasus terhadap anak tersebut.
- Masalah
dan Judul Penelitian
Ada empat hal yang haurs
dipenuhi agar terpilihnya masalah atau judul penelitian:[4]
- Penelitian
harus sesuai dengan minat peneliti.
Apabila
permasalahan atau judulnya tidak sesuai dengan yang diminatinya, maka peneliti
tidak semangat untuk mengerjakannya. Dan hasilnya pun tidak baik, bahkan terhenti.
Sebaliknya bila peneliti memang berminat, maka ia akan melakukannya dengan
tekun.
- Penelitian
dapat dilaksanakan.
Ada
beberapa pertimbangan penelitian dapat dilaksanakan, yaitu:
a.
Peneliti mampu dan menguasai metode
untuk meneliti masalah tersebut.
b.
Peneliti memiliki waktu yang cukup.
c.
Peneliti mempunyai tenaga dan kuat
fisik.
d.
Peneliti mempunyai dana secukupnya.
- Tersedia
faktor pendukung.
Faktor
pendukung ini bersumber dari luar peneliti antara lain:
a.
Tersedia data sehingga pertanyaan
penelitian dapat terjawab.
b.
Ada izin dari yang berwenang.
- Hasil
penelitian bermanfaat.
Kita
meneliti karena ingin menyumbangkan hasil penelitian untuk kemajuan ilmu
pengetahuan, meningkatkan efektivitas kerja atau mengembangkan sesuatu. Maka
hasil penelitin kita haruslah bermanfaat.
- Jenis
Permasalahan
Fenomena atau gejala yang dianggap peneliti bermasalah ada tiga
jenis:[5]
- Masalah
untuk mengetahui status dan
mendeskripsikan fenomena.
Jenis
permasalahan ini termasuk penelitian deskriptif yang termasuk didalamnya survei,
penelitian historis, dan filosofis.
- Masalah
untuk membandingkan dua fenomena atau lebih.
Jenis
permasalahan ini termasuk penelitian komparasi. Yaitu peneliti berusaha mencari
permasalahan dan perbedaan fenomena. Selanjutnya mencari arti atau manfaat dari
adanya persamaan dan perbedaan yang ada.
- Masalah
untuk mencari hubungan antara dua fenomena.
Jenis
permasalahan ini termasuk penelitian korelasi. Ada dua macam masalah korelasi:
a.
Korelasi sejajar, misalnya korelasi
antara kemampuan berbahasa Arab dengan kesetiaan ingatan.
b.
Korelasi sebab-akibat, misalnya korelasi
antara hujan dengan larisnya gorengan.
[1]
Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta: PT Raja
Grafindo, 2006. Hal: 104
[2]
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006.
Hal: 30
[3] Sugiyono,
Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung:
Alfabeta, 2011. Hal: 32
[4] Suharsimi
Arikunto, Prosedur Penelitian,… Hal: 31
[5]
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian,…Hal: 35
Tidak ada komentar:
Posting Komentar