Halaman

Rabu, 23 Januari 2013


MEMILIH MASALAH
A.     Pengertian Masalah
Masalah adalah kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan apa yang senyatanya terjadi, antara apa yang diperlukan, dengan apa yang tersedia, antara  apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi.[1]
Setiap penelitian yang kita lakukan bertujuan untuk mendapatkan data yang digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk itu, setiap penelitian yang kita lakukan harus selalu berangkat dari masalah.
Masalah mesti merupakan bagian dari seseorang untuk dipecahkan. Seseorang ingin mengadakan penelitian, karena ia mendapatkan jawaban dari masalah yang dihadapi. Dan masalah itu bisa datang kapan saja, dan dimana saja.
B.     Memilih Masalah
Memilih masalah penelitian adalaah langkah pertama dari suatu kegiatan penelitian. Bagi orang yang baru, dan belum berpengalaman meneliti maka, menentukan dan memilih masalah bukanlah pekerjaan yang mudah. Akan tetapi pekerjaan yang sulit. Apalagi kita jarang membaca buku-buku yang berhubungan dengan cara-cara memilih masalah. [2]
Dalam memilih masalah penelitian, calon peneliti harus peka terhadap masalah. Kalau selama ini hanya menerima dari orang lain tanpa ada kecurigaan sedikit pun (bertanya-tanya), maka mulai sekarang kita harus mengubah cara pandang dan persepsi kita terhadap masalah. Sebaiknya kita menimbulkan sikap kritis, berfikir logis, karena hal tersebut dapat memudahkan kita untuk mendapatkan masalah penelitian.
Masalah yang sudah diidentifikasi terkadang sifatnya masih umum, belum konkret dan spesifik. Apabila itu yang terjadi, maka masalah tersebut harus dipersempit agar lebih konkret dan spesifik yaitu dengan pemecahan masalah menjadi sub-masalah atau sederet pertanyaan yang relevan dengan permasalahan pokoknya.  Karena tujuan penelitian hanya dapat kita capai dengan memecahkan permasalahn yang lebih kecil.
  1. Sumber Masalah
Sumber masalah dalam penelitian dapat berasal dari pengalaman bekerja sehari-hari, dari hasil membaca dan menelaah buku-buku, atau masalah  dapat juga diberi oleh orang lain. Akan tetapi, sebaiknya masalah itu muncul dari diri sendiri, karena sudah memperoleh jawabannya. Dan apabila masalah itu muncul dari diri sendiri, maka penelitian akan berjalan lancar, karena peneliti memahami, menghayati, dan mendalami masalahnya.
Masalah juga dapat diketahui atau dicari kalau terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, ada pengaduan, dan kompetisi.[3] Dan yang terpenting bagi seorang peneliti ialah peneliti harus memahami permasalahan penelitiannya. Dan yang tak kalah pentingnya aialah permasalahannya harus menarik perhatian peneliti.
  1. Contoh Masalah
Seorang guru menjumpai siswanya selalu melihat ke luar jika sedang diajar. Kalau tidak, anak tersebut selalu melihat kesana-kemari, dalam keadaan tidak tenang. Di ruang guru, terdengar keluhan yang sama dari guru lain. Anehnya anak tersebut selalu mendapat nilai baik dari pelajaran apapun. Timbul keinginan dari guru-guru untuk mengadakan penelitian kasus terhadap anak tersebut.
  1. Masalah dan Judul Penelitian
Ada empat hal yang haurs dipenuhi agar terpilihnya masalah atau judul penelitian:[4]


  1. Penelitian harus sesuai dengan minat peneliti.
Apabila permasalahan atau judulnya tidak sesuai dengan yang diminatinya, maka peneliti tidak semangat untuk mengerjakannya. Dan hasilnya pun tidak baik, bahkan terhenti. Sebaliknya bila peneliti memang berminat, maka ia akan melakukannya dengan tekun.
  1. Penelitian dapat dilaksanakan.
Ada beberapa pertimbangan penelitian dapat dilaksanakan, yaitu:
a.       Peneliti mampu dan menguasai metode untuk meneliti masalah tersebut.
b.      Peneliti memiliki waktu yang cukup.
c.       Peneliti mempunyai tenaga dan kuat fisik.
d.      Peneliti mempunyai dana secukupnya.
  1. Tersedia faktor pendukung.
Faktor pendukung ini bersumber dari luar peneliti antara lain:
a.       Tersedia data sehingga pertanyaan penelitian dapat terjawab.
b.      Ada izin dari yang berwenang.
  1. Hasil penelitian bermanfaat.
Kita meneliti karena ingin menyumbangkan hasil penelitian untuk kemajuan ilmu pengetahuan, meningkatkan efektivitas kerja atau mengembangkan sesuatu. Maka hasil penelitin kita haruslah bermanfaat.
  1. Jenis Permasalahan
Fenomena atau gejala  yang dianggap peneliti bermasalah ada tiga jenis:[5]
  1. Masalah  untuk mengetahui status dan mendeskripsikan fenomena.
Jenis permasalahan ini termasuk penelitian deskriptif yang termasuk didalamnya survei, penelitian historis, dan filosofis.
  1. Masalah untuk membandingkan dua fenomena atau lebih.
Jenis permasalahan ini termasuk penelitian komparasi. Yaitu peneliti berusaha mencari permasalahan dan perbedaan fenomena. Selanjutnya mencari arti atau manfaat dari adanya persamaan dan perbedaan yang ada.
  1. Masalah untuk mencari hubungan antara dua fenomena.
Jenis permasalahan ini termasuk penelitian korelasi. Ada dua macam masalah korelasi:
a.       Korelasi sejajar, misalnya korelasi antara kemampuan berbahasa Arab dengan kesetiaan ingatan.
b.      Korelasi sebab-akibat, misalnya korelasi antara hujan dengan larisnya gorengan.




[1] Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta: PT Raja Grafindo, 2006. Hal: 104
[2] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006. Hal: 30
[3] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2011. Hal: 32
[4] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian,… Hal: 31
[5] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian,…Hal: 35

Tidak ada komentar:

Posting Komentar